KULIAH PAKAR “PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PROFESI PERAWAT TERHADAP PRAKTIK PROFESI”

STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya > berita > KULIAH PAKAR “PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PROFESI PERAWAT TERHADAP PRAKTIK PROFESI”

Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di bidang keperawatan, STIKVINC mengadakan kuliah pakar yang mengupas tuntas tentang perlindungan hukum bagi perawat dengan narasumber Bapak Dwi Ananto W, SST.,M.Kes, yang merupakan  dosen di salah satu Poltekkes di Kota Surabaya. Kegiatan ini bukan hanya ditujukan bagi mahasiswa STIKVIN saja tetapi juga diikuti oleh siswa SMK Kesehatan di Surabaya dan peserta umum. Acara digelar secara daring melalui Zoom dan Youtube, namun tidak mengurangi animo dan antusiasme seluruh peserta kuliah.

Narasumber, Bapak Dwi Anato, memaparkan materi dengan sangat rinci dan khas bahasa anak muda sehingga mudah dipahami. Dalam penjelasannya, beliau menyampaikan bahwa “ketika perawat melakukan tindakan keperawatan, maka perawat langsung berhubungan dengan hukum seperti tuntutuan hukum perdata, tuntuan hukum administrasi, tuntutan hukum pidana, tuntutun hukum etik”.  

Dalam aspek tuntutan hukum administrasi (registrasi, lisensi, legislasi) yang disebutkan oleh Bapak Dwi Ananto ini, seorang perawat yang menjalankan praktik keperawatan wajib memiliki STR (Surat Tanda Registrasi) yang bisa diperoleh setelah mengikuti ujian kompetensi, dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikat kompetensi. Selain STR perawat juga harus memiliki lisensi yang diberikan dalam bentuk SIPP (Surat ijin Praktik Perawat) yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota atas rekomendasi pejabat kesehatan yang berwenang di kabupaten/kota tempat perawat menjalankan praktiknya dan atas rekomendasi organisasi profesi. Dalam bentuk legislasi ini, praktik keperawatan dilaksanakan di fasilitas kesehatan dan tempat lainnya sesuai dengan klien sasaranya berupa praktik keperawatan mandiri, praktik keperawatan di fasilitas, dan pelayanan kesehatan.

Bapak Dwi Ananto menjelaskan bahwa registrasi, lisensi dan legislasi yang dimiliki perawat sudah tercantum dalam Undang-Undang tentang Keperawatan.

Diharapkan dengan adanya Kuliah pakar ini bias memberi manfaat bagi mahasiswa/i STIKVINC, karena menjadi bekal mahasiswa ketika sudah menjadi perawat nantinya. Kuliah ini mengajarkan mahasiswa bagaimana menjalankan praktik keperawatan yang profesional yang memberikan manfaat dan tidak merugikan pasien dan keluarga, bagi tempat praktik keperawatan, bagi organisasi profesi, dan bagi rekan kerja, tim kesehatan lainnya dan diri sendiri. Selain itumelalui kuliah pakar ini diharapkan juga nantinya lulusan STIKVINC bisa siap menjadi perawat yang handal dan terhindar dari kesalahan saat melakukan praktik karena bisa memberikan kerugian pada pasien. Pak Dwi Ananto menegaskan bahwa “ perlindungan bagi perawat berasal dari 4 aspek yaitu Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri (niat baik menolong pasien, SOP tindakan, komunikasi teraupetik), orang lain (seperti organisasi profesi, pemerintah, ranah hukum, lembaga bantuan hukum, instansi tempat bekerja, sejawat, dan organisasi profesi lain) dan peraturan (Undang-undang).”.

Leave a Reply