PELATIHAN BASIC TRAUMA CARDIAC LIFE SUPPORT (BTCLS) DI MASA PANDEMI

STIKES Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya > berita > PELATIHAN BASIC TRAUMA CARDIAC LIFE SUPPORT (BTCLS) DI MASA PANDEMI
Pada tanggal 12 – 15 Oktober 2021 sebagai upaya peningkatan skill mahasiswa,, STIKVINC bekerjasama dengan Badan Diklat DPW PPNI  Jawa Timur menyelenggarakan pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS). Pelatihan diikuti oleh 43 mahasiswa Program Studi Profesi Ners yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan penanganan pada penderita gawat darurat kardiovaskuler dan trauma. Kegiatan ini terbagi menjadi 2 sesi, sesi pertama yaitu pemaparan materi pada tanggal 12 dan 13 Oktober 2021 yang dilakukan secara daring dan sesi 2 dilaksanakan secara luring. Pada sesi kedua, terbagi menjadi 2 kegiatan yaitu: tanggal 14 Oktober 2021   dengan kegiatan skill lab dan keesokan harinya dilakukan ujian post test dan uji ketrampilan (skill). Kegiatan sesi 2 ini dilakukan secara luring dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan. Semua peserta dan tim pelatih telah melakukan pemeriksaan swab PCR 1 hari sebelum kegiatan luring, dilakukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki lokasi pelatihan dan penggunaan alat pelindung diri (APD) selama berada kegiatan. Segala upaya yang tercurah akhirnya terbayar lunas dengan semua peserta dinyatakan “LULUS”.
Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) adalah tindakan memberikan pertolongan pada korban bencana atau yang dalam kondisi gawat darurat guna mencegah kematian dan kerusakan organ. Pemahaman dan pengetahuan tentang Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) adalah suatu prasyarat mutlak yang harus dimiliki oleh perawat yang akan bekerja di unit pelayanan, baik di rumah sakit, puskesmas maupun di perusahaan. Oleh karena itu dengan mengikuti BTCLS dan mendapatkan sertifikat maka menjadi bukti bahwa seseorang perawat mempunyai pengetahuan dan skill khususnya dalam penanganan korban dalam kondisi gawat darurat. Pelatihan BTCLS selain bertujuan mempersiapkan lulusan mampu melakukan penanganan kegawatdaruratan trauma dan kardiovaskuler, sehingga akhirnya mampu menekan tingkat kecacatan maupun kematian pada kasus trauma dan jantung juga diharapkan :
1.         Peserta mampu memahami tentang sistem penanggulangan penderita gawat darurat terpadu.
2.         Peserta mampu memahami konsep dasar penanggulangan penderita gawat darurat kardiovaskuler sesuai dengan algoritme yang ada
3.         Peserta mampu mengenali keadaan yang mengancan nyawa pada penderita gawat darurat kardiovaskuler dan trauma
4.         Peserta mampu melakukan penanganan pada penderita gawat darurat kardiovaskuler dan trauma
5.         Peserta mampu melakukan triage baik dilokasi bencana atau di Unit Gawat Darurat

Proficiat untuk para peserta dan juga STIKVINC, semoga semakin bersemangat dalam melayani dan berbagi ilmu pengetahuan bagi generasi bangsa khususnya di bidang kesehatan

Leave a Reply