BADAN PENJAMIN MUTU INTERNAL (BPMI)  

STIKES KATOLIK ST VINCENTIUS A PAULO SURABAYA

Koordinator BPMI : Yhenti Widjayanti, S.Kep., M.Kes., Ners

STIKES Katolik St Vincentius a Paulo Surabaya (STIKVINC) merupakan institusi pendidikan tinggi yang mencetak calon-calon tenaga kesehatan. Dalam menjalankan peran sebagai pemberi jasa dalam bidang pendidikan, STIKVINC  dituntut untuk dapat memberikan pelayanan yang bermutu yang mengutamakan kepuasan pengguna layanan baik mahasiswa, dosen maupun sivitas akademika yang lain sehingga kegiatan pendidikan tidak hanya berorientasi pada hasil akhir proses pendidikan, tetapi juga melalui pembuktian akuntabilitas yang baik meliputi jaminan kualitas (quality assurance), pengendalian kualitas (quality control), dan perbaikan kualitas (quality improvement).

Olehkarena itu Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) memiliki peranan penting dalam penentuan kualitas sebuah institusi pendidikan. Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) adalah suatu sistem manajemen yang dijalankan oleh Perguruan Tinggi secara internal yang menjamin kesesuaian antara proses dengan output yang dihasilkan dan akan memberikan kepuasan kepada pelanggan serta stakeholders. Mutu pendidikan di Perguruan Tinggi hendaknya merupakan pencapaian dari Visi, Misi, serta Tujuan Perguruan Tinggi yang disesuaikan dengan kompetensi lulusan yang diharapkan, kebijakan mutu dan standar mutu akademik yang telah ditetapkan, serta mencakup aspek input, proses dan output yang didasarkan pada nilai profesionalitas melalui penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

BPMI STIKVINC secara rutin pada akhir semester melakukan survei kepuasan pengguna layanan secara online dengan menggunakan kuesioner yang teruji validitas dan reliabilitasnya.

Adapun unit layanan yang ada di STIKVINC meliputi layanan proses pembelajaran, layanan perpustakaan, layanan sarana-prasarana, layanan laboratorium, layanan kemahasiswaan, layanan administrasi akademik, layanan administrasi keuangan, layanan sumber daya manusia dan layanan lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) serta komisi etik penelitian. Pengguna layanan yang terlibat dalam survei adalah seluruh mahasiswa, dosen dan staf tenaga kependidikan. Tingkat kepuasan pengguna layanan diukur dalam 5 aspek kepuasan meliputi keandalan, daya tanggap, kepastian, empati dan berwujud.